Taqwa
- Adab dan akhlak islami
- Hafalan Al-Qur'an dan doa harian
- Kebiasaan ibadah: shalat, dzikir, adab
- Moral leadership yang kuat

Kurikulum Al Madinah
Bukan sekadar kumpulan mata pelajaran. Kurikulum kami terdiri dari empat komponen yang berjalan bersama: Kurikulum Nasional, Cambridge International, Tahsin & Tahfidz Metode Ummi, serta Character Building & Life Skills.
Raising Future Muslim Leaders
Kurikulum Al Madinah adalah satu ekosistem pembelajaran yang dirancang agar anak tumbuh bertaqwa, kreatif, dan adaptif.
KOMPONEN 1Kurikulum NasionalFondasi akademik
KOMPONEN 2Cambridge InternationalStandar global
KOMPONEN 3Tahsin & Tahfidz Metode UmmiKeunggulan Al-Qur'an
KOMPONEN 4Character Building & Life SkillsPembentukan karakterAl Madinah adalah sekolah Islam pertama di Makassar yang menjadi Cambridge International School. Ini bukti bahwa nilai Islam dan standar akademik global tidak bertentangan, melainkan saling menguatkan.
Komponen 1 · Fondasi akademik
Kurikulum Nasional menjadi fondasi akademik anak di setiap jenjang. Kurikulum ini:

Menanamkan fondasi bahasa, pra-literasi, dan pra-numerasi melalui bermain, dengan pengenalan nilai agama dan budi pekerti sejak dini.
Membangun literasi dan numerasi inti melalui Bahasa Indonesia, Matematika, pengetahuan alam dan sosial, serta Pendidikan Agama Islam dan Pancasila, sehingga anak menguasai capaian belajar nasional.
Melanjutkan penguatan akademik sesuai standar nasional, berdampingan dengan jalur Cambridge.
Komponen 2 · Standar global
Kurikulum Cambridge International diakui di lebih dari 160 negara. Kurikulum ini menumbuhkan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan kemampuan berkomunikasi, bukan sekadar hafalan, serta memiliki jalur belajar yang jelas dari usia dini hingga persiapan universitas.

Anak belajar lewat bermain dan eksplorasi. Fokusnya pada bahasa, literasi dan numerasi dasar, pemahaman dunia sekitar, serta perkembangan sosial-emosional, fisik, dan kreativitas.
Kemampuan inti dibangun lewat English, Mathematics, dan Science, ditambah mata pelajaran penunjang seperti Global Perspectives, ICT, serta seni dan olahraga. Perkembangan siswa dipantau secara berkala, dengan Cambridge Primary Checkpoint di akhir jenjang.
Cambridge Lower Secondary memperdalam kemampuan akademik dan kemandirian belajar, dengan Checkpoint di akhir jenjang. Berikutnya ada Cambridge IGCSE dan AS & A Level sebagai persiapan masuk universitas di dalam maupun luar negeri.

Geser gambar ke samping untuk melihat lengkap
Komponen 3 · Keunggulan Al-Qur'an
Ummi adalah metode belajar membaca Al-Qur'an yang menekankan bacaan tartil, yaitu benar, fasih, dan sesuai kaidah tajwid. Anak belajar secara bertahap melalui jilid-jilid yang terstruktur, dengan pendekatan langsung (tanpa mengeja) dan pendampingan guru yang tersertifikasi. Setiap anak maju sesuai kemampuannya dan baru naik jilid setelah bacaannya tepat.
Melalui komponen ini, siswa Al Madinah mendapatkan:

Huruf hijaiyah, harakat dasar, mad, tanwin, sukun, tasydid, hingga membaca ayat sederhana dengan lancar dan tartil.
Ayat yang lebih panjang, tajwid sederhana, waqaf, dan membaca langsung dari mushaf.
Lafadz ghorib serta hukum tajwid yang lebih mendalam, seperti mad, idgham, ikhfa, iqlab, dan qalqalah.
Komponen 4 · Pembentukan karakter
Di Al Madinah, karakter dibentuk lewat sistem dan pembiasaan, bukan hanya diajarkan sebagai pelajaran. Agama bukan sekadar mata pelajaran tersendiri, melainkan napas dari seluruh kehidupan sekolah.


Life Skills
Adab dalam kehidupan sehari-hari, tanggung jawab dan kemandirian, serta kerja sama dan kolaborasi. Dilatih melalui program:
Rincian per Jenjang
Early Years memakai Cambridge Curriculum dengan pendekatan holistik: berfokus pada seluruh diri ananda dan menghubungkan perkembangannya dengan dunia sekitar. Pendekatan ini juga mendukung pembelajaran bilingual dan multibahasa.
Enam bidang Cambridge Early Years
Semua murid Early Years diharapkan menghafal surah pendek Juz 30, hadis, dan doa harian melalui Tahsin dan Tahfidz metode Ummi.

English as a Second Language, Science, dan Math disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Ijazah Cambridge diakui secara internasional.
Capaian berpikir kritis dan pemecahan masalah dibangun bertahap dalam tiga tahap perkembangan, berdampingan dengan jenjang belajar Al-Qur'an metode UMMI.
Kurikulum Nasional: mengenal simbol kebangsaan, berlatih komunikasi sederhana, mematuhi aturan, dan peduli lingkungan.
Cambridge: menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari, bertanya, dan mencoba cara sederhana memecahkan masalah dengan angka dan pengamatan.
Kurikulum Nasional: percaya diri, mampu membaca dan menulis dengan baik, mengekspresikan diri lewat karya seni, serta mengamalkan nilai Pancasila lewat toleransi dan kerja sama.
Cambridge: memakai pengetahuan untuk memecahkan masalah baru, memilih strategi terbaik, serta menjelaskan dan membela ide.
Kurikulum Nasional: pelajar yang komunikatif, kreatif, berkarakter Pancasila, peduli sosial, serta siap berkarya dan berkontribusi dalam masyarakat yang beragam.
Cambridge: berpikir kritis atas solusi sendiri dan orang lain, menerapkan matematika dan sains pada situasi nyata, serta bertanggung jawab memilih strategi efisien dan membuat keputusan yang berdampak positif.
Kurikulum Cambridge Checkpoint (Lower Secondary) pada mata pelajaran Core: Mathematics, Science, dan English, untuk melatih critical thinking dan problem solving.
Proyek pengabdian masyarakat, misalnya pengelolaan sampah dan literasi desa.
Segera hadir. Untuk informasi jam pelajaran saat ini, silakan bertanya kepada Admin kami.
FAQ
Empat komponen yang berjalan bersama: Kurikulum Nasional sebagai fondasi akademik, Cambridge International sebagai standar global, Tahsin & Tahfidz Metode Ummi sebagai keunggulan Al-Qur'an, serta Character Building & Life Skills untuk pembentukan karakter.
Bisa. Kurikulum Nasional menjadi fondasi akademik di setiap jenjang dan kompatibel dengan sistem pendidikan nasional, sehingga perjalanan belajar ananda tetap selaras jika kelak melanjutkan ke sekolah lain di Indonesia.
Ummi adalah metode belajar membaca Al-Qur'an yang menekankan bacaan tartil, yaitu benar, fasih, dan sesuai kaidah tajwid. Anak belajar bertahap melalui jilid-jilid yang terstruktur, dengan pendekatan langsung (tanpa mengeja) dan pendampingan guru yang tersertifikasi. Anak baru naik jilid setelah bacaannya tepat.
Siswa mendapatkan hafalan Al-Qur'an yang terstruktur (Juz 30-29), dengan setoran rutin (Tasmi'), ujian lisan (Munaqosyah), dan evaluasi komprehensif (Imtihan Qur'an). Target rinci per jenjang dapat ditanyakan kepada Admin kami.
Di Primary, perkembangan siswa dipantau secara berkala, dengan Cambridge Primary Checkpoint di akhir jenjang. Di Lower Secondary, ada Checkpoint di akhir jenjang.
Lewat sistem dan pembiasaan, bukan hanya pelajaran: shalat berjamaah, dzikir, doa, dan adab setiap hari, ditambah program seperti Market Day, Public Speaking, English Day, serta kegiatan kompetisi dan kepemimpinan.
Terima kasih atas minat Mommy/Daddy terhadap Al Madinah Islamic School Makassar.
Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya. Kami di sini untuk membantu.
Di Al Madinah, kurikulum nasional sebagai fondasi, Cambridge sebagai standar global, Ummi sebagai keunggulan Al-Qur'an, serta pendidikan karakter dan life skills menyatu untuk membentuk anak yang bertaqwa, kreatif, dan siap memimpin.
Konsultasi Pendidikan
Admin kami siap menjelaskan kurikulum per jenjang dan mengirimkan E-Brosur TP 27-28.